Amarah Kerinduan

    Hembus angin membawa rasa ini melambung lebih jauh dalam kemarahan yang membuatnya semakin meradang.
    Awan ku bisikin dengan kata-kata yg berharap akan menenangkan jiwa seolah dapat memahami kemarahan ini.
    Mimpiku hilang seketika saat sang ombak yg tenang mulai menghampiriku di tepi sungai.
    Jauh ku lempar umpan kerinduan didasar sungai yang tak tau kapan akan menggiring ikan untuk mendekatinya.
    Aku s'lalu berharap menunggu dan terus menunggu walau ku tau ia tak mungkin menghampiri umpanku yg jauh nun didasar sungai.
    Hatiku meraung menjerit marah menanti kau yg tak kan mungkin kembali.

    (By:nitha_yuliana)
    Comments
    0 Comments

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar